Teknologi Hidroponik, Solusi Petani Desa Ceguk Menghadapi Musim Kemarau





Musim kemarau terkadang menjadi momok bagi para petani, pasalnya di musim kering para petani hanya bisa menanam tanamn yang mampu hidup di musim kemarau. Selain itu, di periode ini, petani hanya akan mengandalkan sistem pengairan dari bendungan maupun sungai. Namun, seiring dengan lamanya waktu kemarau, sistem pengairan dari kedua sumber tersbut dapat habis atau kekeringan. Sehingga, dalam periode ini petani akan kesulitan dalam bercocok tanam. Disamping itu, musim kemarau membuat petani hanya mampu menanam tumbuhan tertentu seperti tembakau. Untuk mengatasi dampak dari musim kemarau bagi para petani, teknik menanam sayuran secara hidroponik mampu menjadi teknik alternative dalam bercocok tanam.


            Bagi petani desa Ceguk, teknik penanaman jenis ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Oleh karena itu, mahasiswa KKN kelompok 97 berinisiatif membantu petani untuk meningkatkan hasil pertanian mereka dengan mengenalkan teknologi hidroponik. Praktek penanaman secara hiroponik ini dilaksanakan pada 26 Juli 2018, pukul 15.30 WIB. Pelatihan ini diadakan di balai desa Ceguk serta ditujukan untuk kelompok tani desa setempat. Mahasiswa KKN kelompok 97 memilih sayuran sawi sebagai tanaman utama yang akan dibudidayakan dengan teknologi hidroponik. Dalam proses pembuatannya mahasiswa KKN kelompok 97 menyediakan bahan-bahan lain untuk menunjang budidaya tersebut, antara lain botol bekas ukuran 600 ml, NPK dan KCl yang masing-masing hanya dibutuhkan seberat 1gram tiap botolonya.
            Di pelatihan ini, kelompok tani desa Ceguk begitu tertarik untuk mencoba melakukan teknik penanaman hidroponik. Selain bermanfaat sebagai teknik penanaman di musim kemarau, teknologi hidpronik juga mudah untuk dilakukan, serta bahan penunjang yang tidak sulit untuk didapatkan.


Penulis : Adlan Robertho Hartedi, KKN Kelompok 97
Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Trunojoyo Madura Ta 2017/2018

0 komentar:

Posting Komentar