Silase, Solusi Pakan Ternak Bernutrisi di Musim Kemarau dari Mahasiswa KKN


            
            Musim kemarau menjadi perhatian khusus bagi peternak sapi, kambing maupun kerbau di desa Ceguk. Pasalnya, dimusim kemarau rerumputan segar atau hijauan akan susah didapatkan, Sehingga pakan ternak akan berkurang secara drastis. Minimnya hijauan di musim ini akan berimbas pada bobot hewan serta dapat merugikan peternak tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan cadangan rerumputan segar atau hijauan yang diambil dimusim hujan agar pakan ternak dimusim kering tetap berlimpah.

            Untuk membantu peternak desa Ceguk dalam membuat cadangan pakan ternak besar yang diawetkan, kelompok KKN 97 mengenalkan teknik silase kepada peternak. Pengenalan teknik silase tersebut merupakan bagian dari program kerja utama yang berjudul Pembuatan Sistem Tanaman Hidroponik dan Pemanfaatan Jerami untuk Silase. Penganalan teknik tersebut dilaksanakan pada 28 Juli 2018, yang bertempat di kediaman ketua kelompok tani desa Ceguk. Kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa warga desa setempat yang tergabung dalam kelompok tani. Praktik pembuatan silase tidak memakan waktu yang panjang. Selain itu, bahan-bahan yang dibutuhkan juga cukup sederhana dan mudah didapat. Untuk setiap 30kg hijauan atau jerami, dibutuhkan 3kg ampas tahu, 500ml tetes tebu, 20ml EM4 untuk ternak sapi, serta 2liter air. Setelah proses pembuatan, hijauan yang sudah diawetkan tersebut mampu bertahan selama 2 minggu.

            Disamping sebagai cadangan makanan di musim kemarau, teknik silase juga mampu menghasilkan pakan ternak yang bernutrisi. Ketika kegiatan ini berakhir, pengenalan teknik silase mendapat respon yang baik oleh kelompok tani desa Ceguk karena teknik ini mampu mengurangi keresahan peternak besar disaat musim kemarau.

Penulis : Adlan Robertho Hartedi, KKN Kelompok 97

Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Trunojoyo Madura Ta 2017/2018

0 komentar:

Posting Komentar